RPP DASAR ELEKTRONIKA Versi PPG Elektronika


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah                       : SMK N  Yogyakarta
Mata Pelajaran            : Dasar Listrik dan Elektronika
Kelas/Semester          : X / I
Materi Pokok              : Bias Transistor
Alokasi Waktu             : 1 x 30 Menit

A.      Kompetensi Inti (KI)
KI-3.
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Dasar-dasar Teknik Elektronika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.

KI-4.
.
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Dasar-dasar Teknik Elektronika. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KD
Indikator Pencapaian Kompetensi
3.17 (Pengetahuan)

Menganalisis kerja bias rangkaian transistor
3.17.1 Menguraikan besaran pada rangkaian bias tetap transistor untuk menentukan titik kerja*

3.17.2 Menggambarkan garis beban DC dari rangkaian bias tetap transistor*

4.17 (Keterampilan)

Mengukur penguatan arus dan tegangan pada transistor
4.17.1 Menghitung penguatan tegangan balik  transistor

4.17.2 Menghitung penguatan arus maju transistor
Catatan :  *Indikator Pencapaian Kompetensi yang yang dipakai pada RPP ini

C.   Tujuan Pembelajaran

Setelah melakukan kegiatan observasi, diskusi, dan tanya jawab, diharapkan peserta didik dapat :

1.    Menguraikan besaran pada rangkaian bias tetap transistor untuk menentukan titik kerja
2.    Menggambarkan garis beban DC dari rangkaiann bias tetap transistor

D.   Materi Pembelajaran

1.    Materi pembelajaran reguler
a.    Titik kerja rangkaian bias transistor
b.    Garis beban DC rangkaian bias transistor

2.    Materi pembelajaran pengayaan
a.    Bias umpan balik tegangan
b.    Bias pembagi tegangan

3.    Materi pembelajaran remidial
Menghitung besaran pada bias transistor IB, IC, VCE, ICmaks, VCEmaks

E.    Metode Pembelajaran

1.    Pendekatan Berfikir                : Pendekatan Saintifik
2.    Model Pembelajaran               : Discovery Learning
3.    Metode Pembelajaran            : Ceramah, Observasi, Penugasan

F.    Media dan Bahan

1.    Media
a.    Video         : Rangkaian bias tetap transistor
b.    Gambar     : Gambar rangkaian
c.    LCD Proyektor dan laptop 
2.    Bahan
a.    Lembar Kerja Siswa

G.   Sumber Belajar

·         Buku referensi : Herman Dwi Surjono, Ph.D. 2007. Elektronika, Teori dan Penerapan. penerbit cerdas ulet kreatif. Hlm 55-154
·         Ahmad Fali Oklilas. 2006. Bahan Ajar Elektronika Dasar. Universitas Sriwijaya.
H.   Langkah-Langkah Pembelajaran

Langkah-Langkah Pembelajaran
Waktu
Pendahuluan
1.    Guru membuka dengan salam dan berdoa untuk memulai pembelajaran
3 menit
2.    Guru mengecek penguasan kompetensi materi diode dan mengaitkan dengan materi yang akan dipelajari
3.    Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan manfaatnya
4.    Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan
5.    Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan
Kegiatan Inti
A.    Pemberian rangsangan (Stimulation)
·         Peserta didik duduk berkelompok (satu kelompok terdiri dari 4-5 orang)
·         Guru memberikan rangkaian bias tetap transistor
·         Peserta didik melihat tayangan video tentang animasi cara kerja bias transistor
·         Guru menjelaskan cara  Menguraikan besaran pada rangkaian bias tetap transistor untuk menentukan titik kerja dan garis beban DC

7 Menit
B.    Pernyataan/ identifikasi masalah (Probem statement)

·         Guru mempersilahkan peserta didik untuk mengidentifikasi  tayangan video tentang cara kerja bias transistor
·         Guru mempersilahkan peserta didik secara berkelompok mengurai besaran pada rangkaian bias transistor
C.   Pengumpulan data (data collection)
·         Guru mempersilahkan peserta didik untuk mencari informasi dan data tambahan dari buku sumber serta internet apabila diperlukan
15 menit
D.   Pembuktian
(verification)
·         Guru memberikan soal lain dan menyuruh peserta didik secara individu mengerjakannya
·         Guru menunjuk perwakilan peserta didik menuliskan hasil pekerjaan
·         Guru mengoreksi hasil pekerjaan, dan siswa lainnya membandingkan hasilnya
E.    Menarik kesimpulan (generalization)
·         Guru mempersilahkan siswa secara berkeompok untuk membuat kesimpulan mengenai materi yang dikaji
·         Guru memfasilitasi siswa menarik kesimmpulan yang paling tepat
3 menit
Penutup
2 menit
1.    Guru memberikan konfirmasi dan pengetahuan terhadap hasil pembelajaran
2.    Guru memberikan tugas praktik untuk dikerjakan dirumah guna untuk pendalaman materi
3.    Guru mengakhiri kegiatan belaar dengan memberikan pesan pada siswa untuk mempelajari materi berikutnya

I.      Penilaian



FUZZY LOGIC CONTROLLER (FLC)



Apa itu Fuzzy Logic Controller?
Fuzzy Logic Controller (FLC) adalah pengendali yang mengendalikan sebuah sistem atau proses dengan menggunakan logika fuzzy sebagai cara pengambilan keputusan.
Komponen utama penyusun FLC:
1.      Modul fuzzifikasi (fuzzification)
Proses  perubahan nilai input menjadi nilai fuzzy. Nilai fuzzy memiliki range dari 0 hingga 1. Nilai input dibagi menjadi beberapa bagian yang disebut dengan membership function. Nilai dari fuzzy menyatakan nilai yang diperoleh dari sensor
2.      Basis kaidah (rule base)
berisi aturan aturan yang mengambarkan karakteristik sistem yang diinginkan. Nilai-nilai fuzzy yang telah diperoleh dari proses fuzzyfication diolah  berdasasrkan aturan-aturan yang telah dibuat untuk memperoleh sinyal kontrol
3.      Modul pengambil keputusan (inference engine/decision making logic)
Merupakan suatu sistem berbasis komputer yang membantu pengambilan keputusan dengan memanfaatkan data dan model-model untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak terstruktur
4.      Modul defuzzifikasi
Merupakan modul untuk melakukan langkah terakhir dalam suatu sistem logika fuzzy dimana tujuannya adalah mengkonversi setiap hasil dari inference engine yang diekspresikan dalam bentuk fuzzy set ke suatu bilangan real.


Ada 3 model Fuzzy Logic Controller:
1.        Model Mamdani
Sering dikenal dengan nama Metode Max-Min. Metode ini diperkenalkan oleh Ebrahim Mamdani pada tahun 1975. Untuk mendapatkan output, diperlukan 4 tahapan yaitu Pembentukan himpunan fuzzy, Aplikasi fungsi implikasi (aturan), Komposisi aturan, dan Penegasan (deffuzy).

2.        Model Sugeno
Penalaran dengan metode Sugeno hampir sama dengan penalaran Mamdani, hanya saja output (konsekuen) sistem tidak berupa himpunan fuzzy, melainkan berupa konstanta atau persamaan linear. Metode ini diperkenalkan oleh Takagi- Sugeno Kang pada tahun 1985.
a.       Model Fuzzy Sugeno Orde-Nol
Secara umum bentuk model fuzzy SUGENO Orde-Nol adalah:
IF (x1 is A1) • (x2 is A2) • (x3 is A3) • ...... • (xN is AN) THEN z=k
dengan Ai adalah himpunan fuzzy ke-i sebagai anteseden, dan k adalah suatu konstanta (tegas)
sebagai konsekuen.
b.      Model Fuzzy Sugeno Orde-Satu
Secara umum bentuk model fuzzy SUGENO Orde-Satu adalah:
 IF (x1 is A1) • ...... • (xN is AN) THEN z = p1*x1 + … + pN*xN + q
dengan Ai adalah himpunan fuzzy ke-i sebagai anteseden, dan pi adalah suatu konstanta (tegas) ke-i dan q juga merupakan konstanta dalam konsekuen. Apabila komposisi aturan menggunakan metode SUGENO, maka deffuzifikasi dilakukan dengan cara mencari nilai rata-ratanya.

3.        Model Tsukamoto
Pada Metode Tsukamoto, setiap konsekuen pada aturan yang berbentuk IF-Then harus direpresentasikan dengan suatu himpunan fuzzy dengan fungsi keanggotaan yang monoton. Sebagai hasilnya, output hasil inferensi dari tiap-tiap aturan diberikan secara tegas (crisp) berdasarkan α-predikat (fire strength). Hasil akhirnya diperoleh dengan menggunakan rata-rata terbobot.